Mengenal AQMS Analyzer dan AQMS Sensor dalam Pemantauan Kualitas Udara

AQMS Analyzer – Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sebagai alat yang memberikan gambaran mengenai kualitas udara ambien atau klik disini untuk mendapatkan berbagai informasi dan artikel terbaru terkait lingkungan hidup. Sekarang, kita akan mengeksplorasi lebih lanjut mengenai bagaimana data ISPU diperoleh, dengan fokus pada dua jenis Alat Pemantau Kualitas Udara (AQMS), yaitu AQMS Analyzer dan Sensor.

Mengenal AQMS Alat Pemantau Udara

AQMS, sebagai alat pemantau udara otomatis yang kontinyu, menjadi salah satu elemen penting dalam mendapatkan data yang akurat tentang kualitas udara di berbagai kota di seluruh dunia. AQMS saat ini terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu AQMS Analyzer dan Sensor.

AQMS Analyzer

AQMS Analyzer merupakan jenis AQMS yang menggunakan metode rujukan atau Standard Reference Method. Alat ini sudah ada sejak tahun 1960-an dan telah menjadi standar di seluruh dunia. Merek yang banyak beredar di Indonesia adalah Horiba. Namun, kelemahan utama dari AQMS Analyzer adalah harganya yang sangat mahal. Untuk satu stasiun dengan 5 parameter, harganya berkisar antara 3-6 miliar, tergantung pada spesifikasi alat. Harga yang tinggi ini menjadi kendala utama, dan sebagai solusi alternatif, muncul AQMS Sensor.

AQMS Sensor

AQMS Sensor, yang juga memiliki spesifikasi setara dengan AQMS Analyzer, menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau, sekitar 600 juta hingga lebih rendah lagi, tergantung pada spesifikasi yang dipilih. Meskipun ada kemungkinan harga mencapai 1 milyar, tergantung pada opsi tambahan seperti UPS dan ruangan pelindung, AQMS Sensor tetap menjadi pilihan yang menjanjikan dengan harga yang lebih ekonomis.

Sensor merupakan inovasi terbaru yang dikembangkan sekitar tahun 1990-an dengan menggunakan sensor gas elektrokimia. Namun, sebelum kita mendalami pembahasan tentang Sensor, mari kita lebih dulu memahami komponen dan cara kerja AQMS Analyzer.

Lensa Lingkungan  Bagaimana Cara Menentukan Massa Patikulat yang Terkumpul pada Dust Collector Cyclone?

AQMS Analyzer Jakarta

Jika kita mengunjungi kota Jakarta, kita dapat menemukan AQMS Analyzer yang umumnya terdiri dari box besar dengan rak-rak yang memuat instrumen-instrumen untuk pemantauan nitrogen, NO2, NO, NOX, SO2, dan partikulat. Alat ini dilengkapi dengan komputer, AC, dan alat pemantau udara seperti kecepatan angin dan temperatur. Beberapa model bahkan dirancang dalam bentuk mobile untuk meningkatkan mobilitas. Namun, kelemahan utama dari AQMS Analyzer adalah biaya perawatan yang tinggi dan ketergantungan pada pasokan gas.

Selain itu, AQMS Analyzer terbagi menjadi beberapa kategori seperti partikulat, NO, NO2, Ozon, CO, SO2, GC (gas-chromatography), dan hydrocarbon. Setiap kategori ini menggunakan alat khusus untuk mengukur parameter tertentu, dan semuanya dirangkai menjadi satu modul. Walaupun AQMS Analyzer telah menjadi standar selama beberapa dekade, harganya yang tinggi membuatnya kurang terjangkau bagi banyak pihak, mendorong munculnya solusi alternatif seperti AQMS Sensor.

Keunggulan AQMS Sensor

Pembahasan mengenai Sensor menjadi lebih penting ketika kita menyadari variasi jenis dan spesifikasinya. Sensor hadir dalam berbagai jenis, seperti Electrochemical yang digunakan untuk polutan ambien seperti NO2, NO, O3, CO, SO2, dan H2S, serta Optical Particulate Counter untuk partikulat. Keunggulan Sensor terletak pada harga yang lebih terjangkau, keberlanjutan dalam bentuk modular dan ringkas, serta konsumsi daya listrik yang lebih rendah dibandingkan dengan Analyzer.

Cara kerja Sensor ini sangat menarik. Dalam desainnya yang bulat, terdapat kaki-kaki yang mengandung reaktan kimia berupa gel elektrolit. Setiap Sensor didesain untuk satu parameter spesifik, seperti CO, NO2, dan lainnya. Ketika gas tertentu tertangkap, terjadi reaksi yang menghasilkan elektron dan proton. Prinsip ini serupa dengan aliran elektron dalam listrik, diukur sebagai output arus yang dapat memberikan informasi tentang konsentrasi gas tertentu.

Lensa Lingkungan  Prinsip Dasar Penilaian PROPER

Meskipun Sensor menawarkan kelebihan harga yang signifikan dan berbagai jenis yang mendukung mobilitas, namun ada kekurangan yang perlu diperhatikan. Keakuratan Sensor masih dianggap lebih rendah dibandingkan dengan Analyzer, dan beberapa negara, seperti Uni-Eropa, belum sepenuhnya mengakui Sensor sebagai pengganti penuh untuk Analyzer. Saat ini, Uni-Eropa lebih cenderung mengembangkan Sensor sebagai pelengkap, membutuhkan keberadaan Analyzer untuk evaluasi dan kolokasi.

Kekurangan Pengukuran AQMS Sensor

Kekurangan lainnya adalah tingginya ketidakpastian pada hasil pengukuran Sensor, yang masih dalam tahap pengembangan teknologi. Sebagai contoh, hasil penelitian Michelle Penza dari Italia pada tahun 2018 menunjukkan ketidakstabilan pada beberapa Sensor. Meskipun begitu, perkembangan terus berlanjut dan penggunaan Sensor di kota-kota seperti London, Italia, dan Indonesia semakin luas.

Terlepas dari kekurangannya, Sensor memiliki nilai tambah dalam pemantauan kualitas udara. Dengan perbandingan hasil pengukuran antara Sensor dan Analyzer, kita dapat melihat bahwa kualitas Sensor semakin meningkat seiring waktu. Walaupun memiliki ketidakpastian yang relatif tinggi, Sensor memberikan gambaran yang cukup baik tentang kualitas udara, terutama dalam hal indikasi pencemaran udara.

AQMS Analyzer dan Sensor Melalui Jasa Konsultan Lingkungan

Kesimpulannya, perbandingan antara AQMS Analyzer dan Sensor menjadi sangat relevan dalam konteks pemantauan kualitas udara. Meskipun Analyzer masih dianggap sebagai standar, Sensor menawarkan solusi yang lebih terjangkau dan dapat diandalkan untuk pemantauan yang lebih luas dan lebih mobile. Dengan mengembangkan teknologi Sensor, diperlukan adanya kerja sama global untuk meningkatkan akurasi dan kredibilitas hasil pengukuran Sensor.

Dengan begitu, kita dapat memasuki era baru dalam pemantauan kualitas udara yang lebih efisien dan berkelanjutan. Konsultasikan kepada jasa Konsultan Lingkungan dari Lensalingkungan.com dalam pemantauan kualitas udara di jakarta maupun kota lainnya.

Lensa Lingkungan  Mengupas Sistem Registri Nasional (SRN) dan Sertifikat Penurunan Emisi (SPE) sebagai Aspek Penting dalam Nilai Ekonomi Karbon (NEK)
Chat Kami
Butuh info lebih? Kontak kami
Halo 👋
kami adalah konsultan lingkungan, apakah ada yang bisa dibantu?