Apa Itu Gas Rumah Kaca?

Gas Rumah Kaca atau yang biasa disebut GRK merupakan gas di atmosfer yang menyerap radiasi infra merah dan juga menentukan suhu atmosfer. Penyebabnya adalah adanya aktivitas manusia, khususnya adalah adanya kegiatan industri yang semakin tahun semakin bertambah, mengakibatkan emisi gas rumah kaca ke atmosfer juga mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Berikut ilustrasi terjadinya efek rumah kaca:

Adapun enam gas yang digolongkan sebagai Gas Rumah Kaca adalah:

  • Karbondioksida (CO2)
  • Gas Metan (CH4)
  • Dinitrogen Oksida (N2O)
  • Sulfurheksaflourida (SF5)
  • Perflourokarbon (PCFS)
  • Hidroflourokarbon (HFCS)
  • Gas senyawa perusak lapisan ozon

Gas-gas diatas masing-masing memiliki nilai Global Warming Potential (GWP) yang berbeda-beda. Nilai GWP sendiri adalah potensi suatu gas dalam menyebabkan pemansan global yang diukur secara relatif berdasarkan emisi karbon dioksida. Dimana nilai GWP ini tergantung dari daya serap infra-merahnya dan panjang gelombang dari infra-merahnya. Yang dimana semakin nilai GWP maka semakin besar potensi penyebab pemanasan global, sebagai contoh nilai GWP CH4 adalah 21 artinya adalah setiap unit CH4 memiliki efektivitas 21 kali dibandingkan dengan CO2 dalam mencegah lepasnya radiasi inframerah dari atmosfer bumi. Berikut nilai GWP dari masing-masing Gas Rumah Kaca:

Meskipun nilai GWP CO2 tidak besar, namun CO2 merupakan jenis gas rumah kaca yang konsentrasinya paling besar di atmosfer. Contoh dibawah bersumber dari IPCC 2007 data bauran emisi gas rumah kaca tahun 2004.

Dari diagram diatas kita dapat mengetauhi bahwa kandungan CO2 di atmosfer kita memang lebih besar dari kandungan gas rumah kaca lainnya di atmosfer.

Artikel ini diedit oleh Aghnia Putri Anshari yang memiliki pengalaman dalam Inventarisasi Gas Rumah Kaca

Chat Kami
Butuh info lebih? Kontak kami
Halo 👋
kami adalah konsultan lingkungan, apakah ada yang bisa dibantu?